Rabu, 09 September 2015


PEMBAYARAN PESANGON BAGI KARYAWAN DWI KARYA REKSA

PT. DWI KARYA REKSA ABADI belum lama ini menyelesaikan pesangon bagi 230 karyawan yang dilakukan Ppemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pembekuan izin dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesai (SPSI) Merauke kepada Yulianus Fofid kepada RRI menjelaskan, pesangon yang diselesaikan Managament perusahan itu berfariasi antara 34 juta hingga 160 juta setiap orang sesuai aturan dan kesepakatan antara pihak Perusahaan dan Karyawan yang di fasilitasi SPSI dan Dinas Tenaga Kerja.
Menurut Yulianus Fofid, 230 karyawan yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja itu 31 orang diantaranya merupakan karyawan kontrak serta 199 orang berstatus karyawan tetap.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terpaksa dilakukan PT. DWI KARYA REKSA ABADI akibat Surat Pembekuan Izin Usaha dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Namun menurut Julianus Fofid, meskipun surat pembekuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan diterbitkan semenjak november 2014 namun perusahaan masih membayar gaji hingga PHK dilakukan.
Selain itu, PT. DWI KARYA REKSA ABADI masih memberdayakan sekitar 120 karyawan untuk menjaga aset-aset perusahaan di Wanam.

Jumat, 04 September 2015


PEMBAHASAN PEMILU BUPATI DAN WAKIL BUPATI MERAUKE

Tim Kementrian Koordinator Polhukam bersama Pemerintah Daerah dan TNI/ POLRI di Merauke, melaksanakan pembahasan pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Merauke.

Ketua Tim Kemenko Polhukam Brigjen TNI Wardiono mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk megetahui kesiapan pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Merauke mulai dari tahapan awal hingga akhir.


Dikatakan, persiapan pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati di Merauke, harus dilaksanakan sejak sekarang, baik persiapan badan pelaksana seperti KPU dan PANWASLU, hingga persiapan keamanan oleh aparat TNI dan POLRI.


Menurut Brigjen TNI Wardiono, khusus untuk pelaksanaan Pemilu Bupati danWakil Bupati di Merauke, pengamanan khusus harus di laksanakan pada saat pendistribusian logistic suarat suara, mengingat dapat terjadinya pencurian atau penghilangan suarat suara.


Sedangkan untuk aparat keamanan, agar tertib administrasi penggunaan anggaran pemilu, sehingga tidak menimbulkan potensi penyalah gunaan anggaran keamanan pemilu.


BrigjenTNI Wardiono berharap, pelaksanaan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati di Meraukedapat berlangsung aman, lancer dan sukses hingga tahapan pelantikan nanti.

Selasa, 25 Agustus 2015

PENARIKAN NOMOR URUT PESERTA PEMILU CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI MERAUKE

Komisi Pemilihan Umum/KPU Merauke melakukan rapat pleno penarikan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan serentak tanggal 9 Desember 2015.
tahapan penarikan nomor urut peserta PEMILU Bupati dan Wakil Bupati Merauke. Dilakukan melalui penarikan undian dan menghasilkan pasangan nomor urut satu atas nama Frederikus Gebze - Sularso dan Pasangan nomor urut dua Romanus Mbaraka - Sugiyanto.
Ketua KPU Kabupaten Merauke Antonius Kaize dalam sambutanya mengatakan, penarikan nomor urut peserta, merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan PEMILU Bupati dan Wakil Bupati Merauke dan wajib dilaksanakan olah KPU Merauke.
Dikatakan nomor urut peserta PEMILU Bupati dan Wakil Bupati Merauke, akan segera di laporkan ke KPU Pusat sebagai salah satu dasar pelaksanaan PEMILU serentak di Kabupaten Merauke.
Menurut Antonius Kaize, tahapan penarikan nomor urut berlangsung aman dan damai, dan di harapkan keadaan kondusif dapat terus berlangsung sampai akhir tahapan pemilihan hingga pelantikan nanti.
Ketua KPU dalam sambutanya menghimbau kepada seluruh pendukung maupun tim sukses masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke, dapat memberikan masukan yang baik kepada pasangan yang di usung, dan dapat menjaga kondisi keamanan yang selama ini kondusif.
PENETAPAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN MERAUKE

Dua Pasang bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke yakni ROMANUS MBARAKA-SUGIANTO dan FREDERIKUS GEBZE-SULARSO lolos Verifikasi dan ditetapkan KPU Merauke sebagai peserta Calon Bupati dan Wakil bupati pada Pemilu KADA 9 Desember Mendatang.
Kedua Pasang Calon Bupati Merauke, telah memenuhi seluruh persyaratan dan tahapan seleksi yang dilaksanakan KPU Merauke, baik persyaratan administrasi maupun kesehatan.
Ketua KPU Merauke ANTONIUS KAIZE kepada wartawan mengatakan, penetapan calon Bupati, dilaksanakan serentak pada tanggal 24 agustus 2015 di seluruh indonesia, termasuki di Kabupaten Merauke, berdasarkan peraturan KPU Pusat Nomor.2 tahun 2015.
Dikatakan Kedua Calon Bupati merauke, Telah memenuhi seluruh syarat pendaftaran, namun khusus untuk pasangan calon Bupati ROMANUS MBARAKA - SUGIANTO, diwajibkan untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil/PNS. Mengingat kedua calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai PNS. sedangkan untuk calon Bupati FREDERIKUS GEBZE telah menyerahkan surat pengunduran diri sebagai PNS.
Menurut ANTONIUS KAIZE, Pasangan calon Bupati ROMANUS MBARAKA - SUGIANTO akan diberikan waktu selama 60 hari sejak tanggal 24 Agustus 2015 hingga tanggal 22 oktober 2015 untuk menyerahkan suarat pengunduran diri sebagai PNS.
Meskipun salah satu pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai PNS, namun kedua pasang bakal calon tersebut telah di tetapkan menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Merauke yang akan bersaing bulan desember mendatang.
ANTONIUS KAIZE mengungkapkan, untuk tahapan penarikan nomor urut peserta Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Merauke akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2015.../rri merauke/Ardi